kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.602
  • SUN103,53 -0,27%
  • EMAS601.968 -0,33%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Aksi jual bursa global masih akan berlanjut, bagaimana nasib Indonesia?

Minggu, 11 Februari 2018 / 16:52 WIB

Aksi jual bursa global masih akan berlanjut, bagaimana nasib Indonesia?
ILUSTRASI. Bursa AS
Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gejolak di pasar finansial yang disebabkan oleh faktor eksternal, yakni shock yang besar di Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih akan berlanjut.

Pekan lalu indeks bursa saham di AS jatuh salah satunya karena data inflasi yang di atas ekspektasi pasar membuat pelaku pasar finansial di AS berspekulasi bahwa US Fed Fund Rate akan naik lebih cepat dari perkiraan semula.

Akibatnya yield dari US treasury naik, membuat adanya inflows dari luar ke AS dan menguatkan dollar AS. Selain itu, ada switching dari alokasi dana di bursa saham AS ke US treasury.

Pengamat ekonomi Eric Sugandi mengatakan, sampai kapan global sell-off ini menekan tergantung bagaimana pergerakan di AS pekan depan.

“Tapi mungkin tidak lama karena kemarin naiknya yield US treasury dan terkoreksinya bursa AS lebih karena spekulasi akan kenaikan Fed Fund Rate,” kata dia kepada KONTAN, Minggu (11/2).

Sementara itu, ekonom Indef Bhima Yudhistira memperkirakan, global sell-off akan lanjut terus sampai akhir Februari karena ada shutdown jilid dua juga di AS.

“Pasar di tahun 2017 terlalu euforia di era Yellen. Sekarang kondisi berubah para investor melakukan koreksi biar saham nya sesuai fundamental. Sambil menunggu arahan Jerome Powell ke depannya,” terang Bhima.

Namun, untuk Indonesia sendiri, menurut Bhima, seharusnya ada sentimen positif dari kenaikan rating Japan Credit Rating Agency, Ltd. (JCR) dari BBB-/Outlook Positif menjadi BBB/Outlook Stabil pada 8 Februari 2018. Ditambah juga, ada sinyal Moody’s akan upgrade rating Indonesia.

“Cuma tahun politik ini yang bikin investor tahan diri. Jadinya sentimen positif credit rating tidak maksimal,” ujarnya.

Eric juga mengatakan, sentimen positif credit rating tidak maksimal. Sebab ketika ada shock yang besar di AS, pasar finansial Indonesia mau tidak mau terpengaruh.

“Investor asing punya share yang signifikan di bursa saham dan pasar obligasi Indonesia,” katanya.


Reporter Ghina Ghaliya Quddus
Editor : Yudho Winarto

BURSA EFEK / BURSA SAHAM

Berita terbaru Nasional

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Hayam Wuruk
07 March 2018 - 08 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]