NASIONAL
Berita
Akil Mochtar : Siapa Saja Bisa Jadi Ketua MK

PENGGANTI MAHFUD MD

Akil Mochtar : Siapa Saja Bisa Jadi Ketua MK


Telah dibaca sebanyak 593 kali
Akil Mochtar : Siapa Saja Bisa Jadi Ketua MK

JAKARTA. Seperti halnya Ketua Mahkamah Konsitusi Mahfud MD, masa jabatan hakim konstitusi Akil Mochtar juga akan segera berakhir. Hari ini Akil dipanggil ke DPR untuk menjelaskan apakah ia bersedia memperpanjang jabatannya atau memutuskan pensiun.

Masa jabatan Akil sebagai hakim konstitusi akan habis pada 16 Agustus 2013 nanti. Namun ia masih punya kesempatan melanjutkannya.

"Masing-masing hakim punya hak untuk mencalonkan diri (sebagai ketua MK)," kata Akil saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (5/3).

Tanpa menyebut niatannya untuk maju atau tidak, Akil hanya mengatakan sembilan hakim Mahkamah Konstitusi mempunyai kesempatan yang sama untuk maju sebagai Ketua. Kata dia, persoalan pucuk pimpinan MK itu nantinya akan diputuskan secara musyawarah atau voting di kalangan internal hakim MK.

"Masing-masing menyampaikan visi misi. Nanti dipilih berdasarkan suara terbanyak," imbuhnya.

Akil sendiri hadir di komisi III DPR untuk memenuhi undangan klarifikasi kesediannya untuk melanjutkan atau tidak jabatannya sebagai hakim MK pada periode selanjutnya. Sayangnya ia tidak menjelaskan apakah dirinya bersedia maju kembali atau tidak. Menurutnya hal itu baru akan diungkapkannya setelah bertemu dengan para politikus Senayan. 

Telah dibaca sebanyak 593 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..